Detail Berita

Beranda > Berita > Benarkah Demam AI Membuat Harga Perangka...

Benarkah Demam AI Membuat Harga Perangkat Naik pada 2026?

Admin 26 Jan 2026, 08:53

Pembicaraan tentang kenaikan harga perangkat pada 2026 semakin ramai sejak akhir tahun lalu. Banyak pihak menilai teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga smartphone, laptop, dan gadget lainnya meningkat. Namun, apakah benar AI menjadi penyebab utama kenaikan harga tersebut?


AI kini semakin banyak digunakan di berbagai bidang, mulai dari layanan pencarian, pembuatan konten, analisis data, hingga otomatisasi bisnis. Teknologi ini menjadi bagian penting bagi banyak perusahaan global karena membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Namun, adopsi AI dalam skala besar juga berdampak pada kebutuhan komponen teknologi, terutama chip memori dan penyimpanan.


Kenaikan harga perangkat bukan semata karena fitur AI hadir di gadget. Masalah utamanya adalah AI memicu peningkatan permintaan komponen yang sama dengan yang dibutuhkan oleh perangkat konsumen. Pusat data AI memerlukan daya komputasi tinggi sehingga membutuhkan banyak chip memori, yang membuat pasokan komponen untuk smartphone dan laptop menjadi lebih terbatas.


Apakah Harga Perangkat Benar-Benar Naik?


Prediksi menunjukkan bahwa harga perangkat seperti smartphone, PC, dan laptop akan meningkat signifikan pada 2026. Beberapa produsen bahkan telah melakukan penyesuaian harga sejak awal tahun ini.


Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga adalah lonjakan permintaan chip memori, seperti DRAM dan NAND, dari sektor AI. Laporan IDC menyebutkan bahwa produksi RAM kini banyak dialihkan untuk kebutuhan pusat data AI, bukan lagi untuk perangkat konsumen. Ini menyebabkan pasokan RAM untuk smartphone dan PC

menjadi lebih terbatas.


Selain itu, produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron disebut mengalihkan kapasitas produksi dari memori konsumen ke chip ber-bandwidth tinggi untuk server AI dan pusat data. Langkah ini dilakukan karena chip server menawarkan margin keuntungan yang lebih besar. Akibatnya, komponen yang sebelumnya relatif murah menjadi lebih langka dan harganya meningkat.


Dalam kondisi ini, harga kontrak DRAM diperkirakan naik sekitar 55–60% pada kuartal pertama 2026. Kenaikan komponen ini otomatis meningkatkan biaya produksi perangkat. Sebagai gambaran, kontribusi biaya RAM dan penyimpanan dalam pembuatan laptop yang sebelumnya sekitar 15–20% dapat melonjak menjadi 30–40%.


Dampak pada Harga dan Pasar Gadget


Beberapa produsen smartphone dikabarkan sudah mulai menyesuaikan harga produknya. Xiaomi, misalnya, menyatakan akan menyesuaikan harga sesuai dinamika pasar global dan lokal. Meski tidak menyebutkan angka kenaikan, produsen mengaku mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk ekspektasi konsumen.


Laporan Counterpoint Research memperkirakan bahwa perangkat entry-level akan paling terdampak oleh kenaikan biaya komponen. Kenaikan biaya produksi untuk perangkat murah diperkirakan mencapai 20–30%, sedangkan untuk kelas menengah dan atas diperkirakan naik 10–15%. Akibatnya, rata-rata harga jual smartphone global diprediksi naik sekitar 6,9% pada 2026.


Kenaikan harga juga diprediksi membuat jumlah ponsel yang diproduksi dan dijual secara global turun sekitar 2,1% pada 2026. Penurunan ini bukan karena kebutuhan ponsel berkurang, melainkan karena harga yang lebih tinggi membuat permintaan menurun. Dampak ini diperkirakan lebih terasa pada merek yang fokus pada segmen bawah dan menengah, seperti Honor, Oppo, dan Vivo, karena mereka mengandalkan volume penjualan yang tinggi.


Selain itu, produsen mungkin akan mengurangi jumlah model perangkat murah yang diproduksi. Hal ini terjadi karena biaya produksi meningkat, sehingga membuat margin keuntungan untuk perangkat entry-level menjadi lebih kecil. Akibatnya, pilihan gadget murah di pasar bisa semakin terbatas.


Tips Membeli Gadget di Tengah Kenaikan Harga


Karena tren kenaikan harga perangkat diperkirakan akan berlanjut sepanjang 2026, konsumen perlu lebih cermat saat membeli perangkat baru. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  1. Sesuaikan pembelian dengan kebutuhan, bukan sekadar spesifikasi tinggi
    Membeli perangkat dengan fitur paling canggih belum tentu diperlukan jika aktivitas sehari-hari hanya untuk komunikasi, media sosial, dan pekerjaan ringan. Gadget kelas menengah dengan spesifikasi seimbang sering kali sudah cukup.

  2. Pilih kapasitas RAM dan penyimpanan yang memadai sejak awal
    Karena harga RAM dan penyimpanan meningkat, upgrade di kemudian hari bisa menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, memilih perangkat dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan sejak awal dapat mengurangi kebutuhan upgrade cepat.

  3. Bandingkan harga antar merek dan seri
    Setiap produsen memiliki strategi harga berbeda dalam merespons kenaikan biaya komponen. Membandingkan beberapa opsi bisa membantu menemukan nilai terbaik dengan anggaran yang sama.

  4. Manfaatkan promo dan peluncuran model baru
    Diskon musiman atau promo e-commerce bisa membantu menekan biaya pembelian. Selain itu, peluncuran model terbaru biasanya membuat seri sebelumnya turun harga, meski performanya masih cukup baik.

  5. Tunda pembelian jika perangkat lama masih layak digunakan
    Jika perangkat yang dimiliki masih berfungsi dengan baik, menunda pembelian dapat membantu menghemat anggaran. Strategi ini juga memungkinkan konsumen menunggu waktu yang lebih tepat, misalnya saat harga stabil atau ada promo besar.

Dengan perencanaan yang matang dan pertimbangan yang tepat, kenaikan harga perangkat tidak harus mengurangi manfaat dan kenyamanan penggunaan teknologi sehari-hari.


Bagikan: